Rabu, 03 Januari 2018

Membeli Keajaiban


            Sally yang berumur delapan tahun, ketika itu dia mendengar percakapan ibu dan ayahnya yang sedang berbicara mengenai adik lelakinya, yaitu Georgi. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apa pun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang sangat mahal yang sekarang bisa menyelamatkan jiwa anak kita, tapi mereka tidak mempunyai biaya untuk itu. Sally yang mendengar ayah berbisik, “hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang”.
            Sally pergi ke tempat tidur dan mengambil celengan dari tempat persembunyiannya. Lalu dikeluarkannya semua isi celengan tersebut ke lantai dan menghitung secara cermat, tiga kali. Nilainya harus benar-benar tepat. Dengan membawa uang tersebut, Sally menyelinap keluar dan pergi ke toko obat di sudut jalan. Ia menunggu dengan sabar sampai sang apoteker memberi perhatian. Tapi dia terlalu sibuk dengan orang lain untuk diganggu oleh seseorang anak berusia depalan tahun.
         Sally berusaha menarik perhatian dengan menggoyang-goyangkan kakinya, tapi gagal. Akhirnya dia mengambil uang koin dan melemparkannya ke kaca etalase..berhasil!!!
                “apa yang kamu perlukan??” tanya apoteker tersebut dengan suara marah.
                “ saya sedang bicara dengan saudara saya.”
            “ tapi, saya ingin berbicara kepadamu mengenai adik saya,” sally menjawab dengan nada yang sama. “dia sakit, dan saya ingin membeli keajaiban” ungkap Sally kepada kakak apoteker lagi.
                “apa yang kamu katakan?!!” tanya sang apoteker.
              “ ayah saya mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwa adek saya sekarang, jadi berapa harga keajaiban itu?”
          “ kami tidak menjual keajaiban, adik kecil. Maaf, saya tidak bisa menolong kamu” kata si kakak apoteker.
            “dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya. Katakan saja berapa harganya.” Kata adek tersebut.
            Tiba-tiba seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya. “keajaiban jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu??”
            “saya tidak tahu,” jawab Sally. Air mata mulai menetes di pipinya. “saya hanya tahu dia sakit parah dan Mama mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi. Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya,tapi saya punya uang.”
            “ berapa uang yang kamu punya?” tanya pria itu lagi.
            “ satu dollar sebelas sen, “ jawab Sally dengan bangga. “dan itulah seluruh uang yang saya miliki di dunia ini.”
            “wah, kebetulan sekali, “ kata pria itu sambil tersenyum. “satu dollar sebelas sen..harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu. “ dia mengambil uang tersebut dan kemudian memegang tangan Sally sambil berkata, “bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin bertemu dengannya dan juga orang tuamu.”
            Ternyata pria itu adalah dr. Caltron Amstrong, seorang ahli bedah terkenal. Operasi yang dilakukannya tanpa biaya dan membutuhkan waktu tidak lama sebelum Georgi dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat. Kedua orang tuanya sangat bahagia medapatkan keajaiban tersebut.
            “operasi itu, “bisik ibunya, “seperti keajaiban.” Saya tidak dapat membayangkan berapa harganya.”
            Sally tersenyum. Dia tahu secara pasti berapa harga keajaiban tersebut. Satu dollar dan sebelas sen..ditambah keyakinan.

            (Sumber: www.vivanews.com/psikologi)
Pesan moral dalam cerita ini: kejaiban akan selalu bersama dengan niat yang tulus serta keyakinan yang kuat. Percayalah akan janji Allah SWT dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5-6).
Dan Allah SWT juga berfirman: وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا-
“Dan orang-orang yang berusaha untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan Tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (Al-Ankabut 69)
جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ -“Sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (As-Sajdah 17).

          Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan kita meraih kelapangan dari kesempitan yang ada. Haruslah kita yakin badai pasti berlalu: “After a storm comes a calm”. Hanya Allah tempat sebaik-baik berteduh, sebaik-baik harapan, dan sebaik-baik memberi pertolongan.

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ (Tiada daya dan upaya melainkan dari Allah SWT).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar