Senin, 01 Januari 2018

Setangkai Mawar Merah


            Alkisah seorang yang bernama Jhon Blanford berdiri tegak dari bangku di stasiun kereta api sambil melihat ke arah jarum jam ( Pukul 6 kurang 6 Menit). Jhon sedang menunggu seorang gadis yang dekat dalam hatinya, tetapi ia tidak mengenal wajahnya, yaitu seorang gadis dengan setangkai mawar di bajunya.
           Kisah mereka telah berjalan lebih dari setahun yang lalu semenjak Jhon membaca buku yang dipinjam dari perpustakaan. Rasa ingin tahunya terpancing saat ia melihat coretan tangan yang halus di buku tersebut. Pemilik terdahulu buku tersebut adalah seorang gadis bernama Hollis Molleon. Hollis tinggal di New York dan Jhon di Florida. Jhon Mencoba menghubungi sang gadis dan mengajaknya untuk saling bersurat.
            Beberapa hari kemudian, Jhon dikirim ke medan perang, yaitu pada perang dunia ke II. Mereka terus saling menyurati selama hampir 1 tahun. Setiap surat yang mereka buat layaknya sebuah bibit yang jatuh di tanah, terus subur dalam hati masing-masing hingga jalinan mereka tumbuhlah satu sama lain.
            Jhon berkali-kali meminta agar Hollis mengirimkannya sebuah foto. Tetapi sang gadis selalu menolak, kata sang gadis “ kalau lah emang cintamu tulus, bagaimanapun rupaku tidak akan mengubah perasaan itu, kalau saya cantik, selama hidup saya akan bertanya-tanya apakah mungkin perasaamu itu hanya karena saya cantik saja, kalau saya biasa-biasa atau cendrung jelek, saya takut kamu akan terus menulis hanya karena kesepian dan tidak ada orang lain lagi di mana kamu bisa mengadu, jadi sebaiknya kamu tidak usah tahu bagaimana rupa saya. Sekembalinya kamu ke New York nanti kita akan bertemu muka. Pada saat itu kita akan bebas untuk menentukan apa yang akan kita lakukan”
            Seiring berjalannya waktu, hari demi hari menit demi menit dan bahkan detik-demi detik, mereka berdua membuat janji untuk saling bertemu di Stasiun Pusat di New York pukul 6 sore. Hollis: “kamu akan mengenali saya Jhon, karena saya akan menyematkan setangkai bunga mawar pada kerah bajuku”.
            Pukul 6 kurang 1 menit datanglah sang perwira muda dengan perasaan gelisah, detakan jantungpun ibarat sebuah putaran baling-baling helikopter. Tiba-tiba dilihatnya seorang gadis yang sangat cantik berbaju hijau lewat di depannya, tubuhnya ramping, rambutnya pirang bergelombang, matanya biru ibarat seperti langit, alisnya bagaikan semut beriring., luar biasa cantiknya....sang perwira pun menyusul sang gadis, dia bahkan tidak menghiraukan kenyataan, bahwa sang gadis tidak mengenakan bunga mawar seperti yang telah disepakati. Hanya tinggal 1 langkah lagi kemudian Jhon melihat seorang wanita berusia 40 tahun mengenakan sekuntum mawar merah di kerahnya sebagaimana yang ia janjikan.. Jhon:”Ohhh...itu pasti Hollis!!!”
            Pikiran Jhon Pun mulai berantakan antara melihat seorang yang menggunakan mawar merah di kerahnya dengan rambutnya sudah mulai berubahn dan agak gemuk, dan gadis berbaju hijau yang cantik jelita yang hampir menghilang. Perasaan sang perwira mulai terasa berbagai dua, satu sisi ia ingin lari mengejar sang gadis yang cantik, tapi satu sisi lain ia tak ingin mengkhianati Hollis yang lembut dan telah setia menemaninya selama perang. Tanpa berpikir panjang, Jhon berjalan menghampiri wanita yang berusia setengah baya itu dan menyapanya “ nama saya Jhon Blanford, Anda tentu Nona Hollis, bahagia sekali bisa bertemu dengan anda, maukah anda makan malam bersama saya?”
            Sang wanita tersenyum ramah dan berkata, “Anak muda, saya tidak tahu apa artinya semua ini, tetapi seorang gadis yang berbaju hijau yang baru saja lewat memaksa saya untuk mengajak saya makan maka saya diminta untuk memberi tahu anda, bahwa dia menunggu anda di Restoran di ujung jalan ini, katanya semua ini hanya ingin menguji anda”.

(sumber: www.ezoners.com, bisa juga dilihat dari buku Deassy M.Destiani “Bukan Untuk Dibaca “the Most Inspiring Story”)

Pesan Moral dari cerita ini: yang namanya sebuah hubungan yang tulus itu, bagaimanapun rupa pasangan kita, itu tidak akan merubah perasaan itu. Sesibuk apapun pasangan kita, sejauh apapun dia, kita tetap tahu di mana buat menempatkan hati ini. Yang penting dalam sebuah hubungan tersebut harus ada yang namanya saling menjaga kepercayaan, kesetiaan dan kekonsistenan pada setiap pasangan yang menjalankannya. dan perlu di ingat "HAKIKAT CINTA" bukankan dalam sebuah hubungan itu untuk saling melengkapi kekurangan bukan kelebihan, kalau dalam sebuah hubungan melengkapi sebuah kelebihan, jadi apalah artinya sebuah perjuangan dalam sebuah hubungan. semoga ini bisa jadi renungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar