Selasa, 09 Januari 2018

Waktu Yang Sia-Sia


            Suatu hari sang guru tiba ke tepi sungai. Di pinggir sungai tinggal seorang fakir. Banyak orang yang berziarah ke sana untuk mendengar ajaran dari fakir. Orang bilang bahwa fakir itu sanggup berjalan di atas air.
            Setelah bertegur sapa, sang guru bertanya, “berapa lama kau berlatih hingga mampu berjalan di atas air?”
            Dengan bangga sang fakir menjelaskan metode yang dipelajarinya selama 25 tahun, bahkan ia harus berlatih keras selama berjam-jam tiap harinya.
           Berkatalah sang guru kepada fakir itu, “engkau berkorban begitu banyak supaya dapat berjalan di atas air. Pernahkah engkau bayangkan betapa banyak perbuatan baik yang dapat engkau lakukan dalam 25 tahun daripada menghabiskan waktu untuk mempelajari sesuatu yang dapat dilakukan setiap orang dengan sebuah perahu?”
            Bagaimana kriteria perilaku yang benar? Berikut adalah sebuah proposal prinsip perilaku yang dijunjung tinggi oleh para bijak di dunia relatif ini:
1. Dilandasi dengan niat yang tulus dan benar.
2. Bermanfaat bagi diri sendiri dan bermanfaat bagi orang lain.

(Sumber: Deassy M.Destiani “Bukan Untuk Dibaca “the Most Inspiring Story”)

Pesan moral dari cerita ini adalah: jangan biarkan waktu habis hanya untuk yang sia-sia, masih banyak hal yang bisa kita lakukan untuk orang banyak ketimbang melakukan sesuatu hal hanya untuk menguntungkan diri kita sendiri. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggal kan belang, dan manusia mati meninggalkan nama. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِSebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).
Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman: إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْJika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar